Oracle reads: Damai di sana, atau di sini




Buatmu yang kata ‘Surga’ di sana terasa amat muluk, terlalu eksklusif, terlalu awang, terlalu dituju dan dirindukan banyak orang, terlalu absurb untuk diterka. Maka ndausa jauh – jauh dulu, mari kita coba di sini. Dengan atau tanpa konsep dan definisi Surga yang di jabarkan agama, mari kita coba breakdown surga dari rasa hidup kita sebagai manusia.

Ada gak sih fase / moment / saat di hidupmu, dimana segala dinamika hidup yang naik turun, lagi ada di sisi paling tentram, paling nyaman, meski itu Cuma sebentar?

Kapan tuh? Yak, simple aja. Detik – detik dimana kamu memaafkan seseorang, atau bahkan dirimu sendiri. Detik dimana kamu bebas dari prasangka yang tidak - tidak pada orang lain atau pada dirimu sendiri. Detik dimana kamu melepaskan apa yang semestinya tidak kamu genggam erat – erat, yang tidak perlu kamu junjung tinggi - tinggi di bahu-mu, yang tidak perlu kamu bawa – bawa disetiap langkah hidupmu? Detik dimana tidak ada satu kebohongan pun yang kamu katakan pada orang lain atau pada dirimu sendiri, even though it is a white lie. Detik dimana kamu dengan tulus membantu kesulitan orang lain atau dirimu sendiri tanpa. Detik dimana kamu menyadari betapa keren-nya Tuhan mengatur semua yang terjadi baik buruk, sebab akibat, dan kamu menyadari hadirnya dirimu di dunia saat ini, bukan sebuah kebetulan.

Yaaah, gimana rasanya lepas dari yang tidak semestinya memberatkan hidupmu… Itulah secuil surga si sini.

 

Salam, Lakuiki


Comments