Oracle reads: Damai di sana, atau di sini
![]() |
Buatmu yang kata ‘Surga’ di
sana terasa amat muluk, terlalu eksklusif, terlalu awang, terlalu dituju dan dirindukan
banyak orang, terlalu absurb untuk diterka. Maka ndausa jauh – jauh dulu, mari
kita coba di sini. Dengan atau tanpa konsep dan definisi Surga yang di jabarkan
agama, mari kita coba breakdown surga
dari rasa hidup kita sebagai manusia.
Ada gak sih fase / moment /
saat di hidupmu, dimana segala dinamika hidup yang naik turun, lagi ada di sisi
paling tentram, paling nyaman, meski itu Cuma sebentar?
Kapan tuh? Yak, simple aja.
Detik – detik dimana kamu memaafkan seseorang, atau bahkan dirimu sendiri.
Detik dimana kamu bebas dari prasangka yang tidak - tidak pada orang lain atau
pada dirimu sendiri. Detik dimana kamu melepaskan apa yang semestinya tidak
kamu genggam erat – erat, yang tidak perlu kamu junjung tinggi - tinggi di
bahu-mu, yang tidak perlu kamu bawa – bawa disetiap langkah hidupmu? Detik
dimana tidak ada satu kebohongan pun yang kamu katakan pada orang lain atau
pada dirimu sendiri, even though it is a
white lie. Detik dimana kamu dengan tulus membantu kesulitan orang lain
atau dirimu sendiri tanpa. Detik dimana kamu menyadari betapa keren-nya Tuhan
mengatur semua yang terjadi baik buruk, sebab akibat, dan kamu menyadari
hadirnya dirimu di dunia saat ini, bukan sebuah kebetulan.
Yaaah, gimana rasanya lepas
dari yang tidak semestinya memberatkan hidupmu… Itulah secuil surga si sini.
Salam, Lakuiki

Comments
Post a Comment